Tentang Sebuah Kisah Kita…
Sayang… Apa kabarkah dirimu di sana? mungkin kau betah di negeri orang, surat ini sengaja kutulis untukmu, supaya kau tau bagaimana kabarku dan kabar kampung halaman kita kamarung punya style hahaha Sayang… Ingatkah kau waktu dulu? kita bermain di rumahmu melepas lelah di bawah rindangnya bulu kelekmu, kemudian tertawa sembari memandang hamparan hijaunya korongmu yang kering, suara joy menghiasi pagi kita, udara bau pesing selalu terhirup hidung ini dari kandang kanel( kucing kesayanganmu) yang penuh ee, dan tak lupa ee -ee bergelantungan dengan lucunya di buntutnya hahaha, mungkin kau akan tersenyum jika mengingat semua itu, kita selalu ingin kembali ke sana. Lanjut! Suatu hari kita pernah tersandar di kursi deket komputer rumah kamu, di situ kita heureuy kuli pisan, membuat duniaku teralihkan dengan ngakak kamu yg mengerikan menoreh perhatian hati aku ke kamu mulai ada rasa,aku mulai memperhatikan senyuman dan wajah kamu yang jebag sambil ngalamun . karena ketawa ayang yang ngakak abis (rada sieun oge sih), itu adalah sungut terbesar yang pernah aku pandang. sehingga aku terkesima. Setiap hari kita ketawa, hingga kita ngerasa ada sesuatu yg beda, dan ngerasa nyaman. dan kita terpisah satu sama lain, kau meneruskan cita-cita di negeri orang demi menggapai mimpi yang kita gantungkan, dan aku meneruskan pendidikanku di tanah air ini. tapi kedul. :”> Sayang, cepet pulang, aku kangeeen… Dari raulmu yang selalu merindukanmu…












